Henzter-o-Rama

RSS

Posts tagged with "galeri"

Jalan-Jalan ke Pameran Edopop “Menjadi/Isness” di Galeri Nasional

Dari tanggal 1 Juni sampai hari ini, ada warna-warna indah, kaki-kaki cantik, perempuan-perempuan dan asesorisnya yang unik-unik di dinding Galeri Nasional. Semuanya berupa lukisan yang dibuat oleh seorang pelukis bernama Eduard (Edopop). 

Hal yang paling pertama bikin aku suka banget dengan lukisannya adalah hal-hal kecil dan lucu-lucu yang dia kalungkan di pergelangan kaki perempuan-perempuan lukisannya. Bahkan sebelum melihat lukisan ukuran sebenarnya, pernak-pernik inilah yang pertama kali mencrang langsung ke mata.


(detail asesoris)

Setelah itu, warna-warna dan motif yang dipilihnya, yang semua dibuat dari susunan goresan mulai tampak. 


(detail motif)

Lukisan-lukisannya besar-besar, mungkin harus di lihat pada jarak tertentu supaya mata bisa menangkap semua gambarnya. Tapi, aku melihatnya dekat-dekat, jinjit-jinjit supaya bisa melihat asesoris dan detail warna dan berdecak kagum berlama-lama. Tak terasa, walau lebih dari satu setengah jam berputar-putar dan mengagumi lukisan-lukisannya, hampir tak satu pun yang aku lihat secara keseluruhannya, saking sudah terpukau dengan motif dan pernak-pernik itu. 

Mungkin karena aku cewek :) Jadi suka dengan pernak-pernik dan perhiasan. Hehehe. Apakah suatu hari Edopop akan bikin asesoris dan hiasan seperti itu yang bisa dipakai? Aku sih pengen banget!


dari 21 lukisan yang dipamerkan, ini yang paling aku suka.
ngambil fotonya yang sendirian begini juga sangat susah sekali banget karena banyak pengunjung pameran yang suka banget juga dengan lukisan yang ini. kayaknya ini adalah salah satu yang emang paling disukai. :) 

Read More

Jun 1

Ngukur Jalan edisi Hari Terakhir Sekolah: Sawah Besar, BSD, hingga Pasar Minggu di Hari Sabtu

Hari terakhir sekolah. Kalau langsung pulang, rasanya mah biasa-biasa aja ya, seperti hari-hari sekolah biasanya. Jadi harus dirayakan dengan bagaimana caranya?

Read More

Jalan-jalan ke Pameran “Second Skin” di @dialogue_arts, Kemang

Dan melihat patung-patung Altje Ully yang keren-keren. Manekin tapi bukan manekin. Lucunya, mungkin karena terlalu terbiasa dengan manekin-manekin di jendela toko, atau kawanan manekin yang berpose dingin di dalam mal atau gerai, pertanyaan bodoh langsung meluncur dari mulut: “Ini koleksi pakaiannya aja yang untuk umum, ya?” Kalau saja bumi bisa terbelah, pasti saya akan buru-buru terjun untuk menghilangkan malu.

“Ya tentu saja tidak.” Itu Mbak Yanti* yang dengan sabar menjelaskan. “Satu kesatuan dong sama manekinnya juga.”

:) Ya ya, nampaknya saya saja yang kurang cermat. Padahal di katalog pamerannya sudah jelas-jelas ditulis: “…tapi pakaian dan tubuh jangan dipisah-pisah.”



Berbeda dengan manekin yang impersonal, yang jualan baju, yang dalam ‘seumur hidup’nya mungkin akan menggunakan sekian ratus pakaian yang mungkin belum tentu sesuai dengan kedoyanannya (itu kalau manekinnya bisa ngomong, tentunya), manekin-manekin Altje Ully punya statement masing-masing. Apa statementnya aku sih juga nggak gitu ngerti, ilmu membaca seniku belom sampe ke sana. Tapi, untungnya Carla Bianpoen, yang ilmunya sudah sampe ke sana dan ke mana-mana menjabarkannya di artikel Jakarta Postnya. Jadi baca di sana aja, ya.

Kalau aku, cuma bisa kagum atas kerapian dan ketelitian dalam pembuatan manekin dan semua pakaian yang ada di sana. Itu semua hand-made! Dan keren-keren. Begitu pula dengan warnanya. Kagum banget :)

Read More

Jalan-jalan ke Pameran Komik “Bara Betina” di Galeri @Salihara

Dan melihat banyak komik dipajang di dinding! Terima kasih @kemiri, terima kasih semua pekomik yang sudah mempersembahkan acara ini.


Sesuai judulnya, pameran ini isinya banyak karakter ceweknya, dan nggak cuma sebatas cewek-cewek pemanis komik cowok. Dan bukan pula deret demi deret komik ala serial cantik dengan cewek mewek gajebo :) Tapi bukan berarti semuanya cewek perkasa sampe-sampe kita juga bingung ini sebenernya cewek apa mantan cowok. Tapi…. Gimana ya ngomongnya?

Yang pasti, karakter cewek yang digambar oleh para pekomik yang pameran di sini nggak cuma semodel doang juga. Ada yang cewek superhero, ada juga cewek kos-kosan, ada cewek yang masih kecil, ada juga yang udah nini-nini. Ada karakter emak bawa anak, ada juga karakter perempuan lajang :)



nggak keliatan jelas sih, tapi ini 3 panel karya Kharisma Jati & 1 panel karya Is Yuniarto
(ini gambarnya nggak gitu jelas, tapi dari kiri ke kanan:
tiga panel karya Kharisma Jati,
dan satu panel karya Is Yuniarto
(itu Kirara atau Kinara ya, dari komik Garudayana))



Dari dulu aku suka banget komik, suka apa aja yang ada gambarnya, karena nggak usah baca tulisan terlalu banyak. Lebih suka lagi gambar yang bisa bercerita :) Jadi, nggak heran lah aku betah banget di pameran ini.

Dan ternyata aku nggak sendirian :) Ternyata para pengunjung pembukaan pameran ini juga suka dengan konsep dan tipe pameran seperti ini. Hampir semua kurasa, berpendapat sama: Pameran Komik kayak gini kurang banyak! Terutama pameran komik yang menampiklan seni komik khas Indonesia; yang berusaha untuk tampil beda, atau berusaha tampil ‘ngIndonesia’; yang pengen punya gaya sendiri.

Tiga panel karya Azisa Noor, “Cerita Untuk Putri”. Komik indah bagai lukisan, keseluruhannya dari cat air:







Selain karya-karya keren, banyak hal di dalem galeri yang bisa bikin pengunjung betah bahkan sampai jam 10 jam 11 masih rame aja orang nongkrong, ya. Baca komik (tentunya!), di sono disediain komik2 buat dibaca; bikin Pepakura Garudayana; bahkan gambar komik sendiri terus ditempel di dinding. :) Gimana nggak betah coba :)



(@kemiri, sang manager Galeri Salihara, post-acara)
Proficiat! Pembukaannya sukses banget, senang sekali rasanya!


P.S. di acara ini sekalian juga nyobain Fisheye Mobile Phone Camera Extension yang baru aja beli dari dx.com :) hihihi. *yaya, jadi maapin kalo gambarnya ga ada yang bagus*

P.P.S. buat poto2 yang lebih bagus dan lebih ‘nwendang’, bisa lihat di Flickr Setnya Salihara langsung.

Galeri Salihara
Jl. Salihara 16,
Pasar Minggu, Jaksel
Tel: 021-7891202