#barutau: cap ‘toko’ pada buku yang baru dibeli…

Ternyata buku-buku itu dibibubuhi cap tanggal oleh tukang tokonya…
Tahun lalu, sebagai ‘pelipur lara’ setelah sekian hari berkutat di pabrik dan pusat-pusat perdagangan teknik yang super-tidak-ada-habis-habisnya, saya diajak mengunjungi sebuah toko buku di dekat pusat kota Seoul.
Sayangnya, itu satu toko kok nggak ada buku dengan bahasa lain selain bahasa korea gitu. Jadinya ya akhirnya hanya berputar-putar dan melihat-lihat buku yang banyak gambarnya. Akhirnya, teman sekaligus pemandu saya siap membayar. Buku-buku menjulang seperti menara kecil di tangannya. Saya ikut ke kasir sambil melihat-lihat koleksi pembatas buku yang dijual di toko itu (ternyata lebih mahal daripada yang dijual di toko di depan stasiun kereta).
“Yuk,” kata temanku itu sambil menyodorkan sebuah kantong kertas. Ternyata saya diberi banyak buku: buku percakapan sehari-hari, sebuah buku cerita anak-anak dalam bahasa Korea, dan dua kamus saku. Wah! Ini namanya disuruh belajar bahasa Korea secara halus!
Hampir satu tahun berlalu, dan sang teman pun giliran datang untuk memberikan pelatihan di kantor sini. “Gimana? Buku-bukunya sudah dibaca?” tanyanya. WAH BELUM YA! Dan semalam saya mengeluarkan buku-buku itu dari kantongnya. Dan saya baru sadar kalau semua buku itu dicap tanggal oleh tokonya! Ternyata membubuhkan stempel tanggal adalah praktek yang dilakukan oleh semua toko buku di sana atas semua buku yang dijualnya.
“Kenapa?” tanyaku.
“Ya dari sananya sudah begitu, sih ya,” jawabnya tanpa banyak menolong.
Beda dengan di Indonesia. Kalau di Gramedia, hanya buku-buku yang sudah dibayar tapi tidak dikantongi plastik tokonya saja yang dicap begitu. Capnya pun hanya seperti stempel biasa dengan logo tokonya, tidak dengan stempel tanggal. Itu pun tidak semua Gramedia seperti itu. Ada juga yang tidak membubuhkan apa-apa, hanya kasirnya berpesan agar strook jangan sampai dibuang sebelum melewati pintu tuit-tuit. Kalau di Kinokuniya, bila menolak kantong plastik, maka label barcode pada buku yang kita beli akan ditempeli selotip merek Kinokuniya.
Bagaimana kalau di negara yang lain lagi, ya?
