Jalan-Jalan ke Pameran ifa & @GI_Indonesien “Rada Beda” di Galeri Nasional
Bagaikan masuk ke rumah seorang mata-mata funky dan modis, di mana semua perabot rumahnya tak hanya dibuat dengan elemen desain yang indah, kualitas pengerjaan nomor wahid, tapi juga nilai fungsi yang sangat tinggi. Bahkan saking fungsionalnya, sampai-sampai benda-benda yang kita lihat itu punya fungsi yang sama sekali tidak kita bayangkan sebelumnya. More than meets the eye, kalo kata Transformers. Mungkin ini James Bond silang Transformers silang desain Jerman yang tampak sederhana tapi tetap bikin kagum.

Contohnya, rak buku yang ada di kulit muka katalog ini. Zinfandel adalah sebuah rak buku yang rangkanya terbuat dari busa polyurethane dan raknya/kotaknya terbuat dari MDF (Medium-Density Fibreboard). Kalau semua rak buku di rumah Jason Bourne seperti ini, pasti dia tidak akan terlalu terluka atau benjol walau berkali-kali dijedotin oleh musuhnya. Rak-rak itu pun dapat dilepas dengan mudah untuk disambitkan ke arah si penjahat tadi. Dan bila semuanya sudah selesai, merakitnya kembali pun lebih mudah karena tidak ada serpihan kayu yang harus dipantek ulang atau patah tak terselamatkan.
(Zinfandel bookshelf by T. Pawlofsky; Kant table by P. Frey & M. Boge)
Lihat! Rumah pun kembali rapih dalam waktu yang singkat.
Tentu saja, rumah mata-mata belum lengkap tanpa tempat-tempat untuk menyembunyikan informasi rahasia, senjata rahasia, dan lain sebagainya. Jangan takut, Yuli Prayitno sudah memikirkannya. Mata-mata tangguh ini memamerkan hasil buruannya (yang ditaklukannya dengan tangan kosong, lho!) di ruang tamunya. Tetapi, antek-antek penjahat yang bodoh pasti tidak tau bahwa trofi ini bukan sembarang trofi…
(Taxidermy by Yuli Prayitno)

(Taxidermy, details)
USB itu menyimpan rahasia yang paling rahasia: resep Zweibelkuchen rahasia keluarga turun-temurun.
Salah satu aturan pertama dalam permata-mataan adalah untuk menghindari terjadinya kondisi “senjata makan tuan”, atau kalau di rumah: perabot makan tuan. Jangan sampai sang jagoan mati terlilit tali telepon atau kabel di rumah sendiri. Betapa memalukannya, bila pada sertifikat otopsi tertulis bahwa meninggalnya sang mata-mata pahlawan negara adalah akibat terjerat kabel lampunya sendiri.

(X-tension lamp by T. Franck)
Rumah disatroni sekompi musuh dan penjahat bukan alasan untuk mengabaikan kebersihan dan kerapihan. Apalagi bila Ibu Mertua yang galak dijadwalkan datang siang ini.
(Nagelbürste/Nailbrush by DIM/H. Ringel)
Alat 2-in-1 ini dapat digunakan untuk melukai musuh dan memberinya tetanus
sekaligus membersihkan noda dan bercak darah membandel yang ditinggalkannya.

(Vacuum Cleaner Chair by Bless/I.Kagg&D.Heiss)
Lelah setelah menendang pantat (baca: kick-ass) seharian bukan alasan untuk tidak membersihkan debu dan kotoran yang tertinggal, kan? Lagipula, apa kata Ibu Mertua nantinya?
(Vacuum Cleaner Chair, details)
Dilengkapi dengan roda, sang mata-mata yang bekerja keras dapat menggelinding seantero rumah dan membersihkannya, sambil mengumpulkan tenaga untuk menghadapi Ibu Mertua yang cerewet.
Kadang-kadang, para pekerja keras ini sering ditanya: “Apa sih rahasianya untuk tetap tampil ganteng dan sehat?” Padahal selain disibukkan dengan tugas memata-matai, mengejar musuh, dan melumpuhkan musuh, James Bond dan Jason Bourne juga harus masuk kantor. (Hey dipikirnya membunuh orang itu tidak perlu formulir?)
Rahasianya ada di rak ordner mereka.
(Frontline file-cushion by A. Boebel)
Ordner Jason Bourne ternyata menyembunyikan matras untuk tidur-tidur ayam.
Setelah seharian menyebrangi lima benua dan mengisi formulir rangkap tujuh, mata-mata kita sudah siap untuk beristirahat. Di kepalanya sudah terbayang-bayang dirinya bermalas-malasan di kursi goyang, dengan segelas martini di satu tangan, dan novel Mills & Boon terbaru di tangan satu lagi.
Tapi, ternyata istri sedang sakit dan sang bayi pun sulit tidur. Apa yang harus dilakukan oleh sang pahlawan kita ini?
(Re-tire/Re-babe Rocking Chair & Rocking Crib hybrid by E27.Berlin)
Momong bayi dan bersantai, multi-tasking adalah pekerjaan mudah bagi pahlawan penyelamat dunia.
Istri yang cantik, anak yang lucu, dan kursi goyang yang nyaman. Memang enak jadi mata-mata yang sudah punya keluarga.
Tapi bagaimana dengan mata-mata yang masih lajang dan tinggal di safehouse yang sempit? Bukan berarti harus menderita, toh? Paling tidak, dia bisa punya meubelair yang lucu, unik dan serba guna ini:
(Il Capricio di Ugo/Ugo’s Caprice easy chair by M. Crasset)
Siapa bilang mata-mata lajang nggak bisa multi-tasking? Atau punya meubel yang bisa multi-tasking?
Menabung demi masa depan yang lebih baik adalah pilihan hidup mulia seorang mata-mata lajang. Ia tidak bisa hidup selamanya dikejar dan mengejar penjahat gila dan psikopat. Suatu hari, ia pasti ingin menikah dan punya anak. Bersama keluarganya itu, ia akan tinggal di sebuah rumah di pinggiran kota dengan halaman belakang yang rimbun dan hijau, dengan pagar kayu berwarna putih, dan seekor anjing Golden Retriever yang pandai nan ramah. Tapi, untuk saat ini, ia tinggal di sebuah loft conversion kecil di sebuah gedung apartemen bekas pabrik yang kelam dan gelap.
(Schilfstöpsel drain/bath-plug by Pension für Design/VWarnke)
Secercah hijau di apartemennya yang sempit dan kelam. Berguna pula untuk menyimpan mikrofilm, sepertinya. Tebak! Di lubang mana mikrofilm berisi foto-foto bayinya disimpan?
Berhemat bukan berarti lalu tinggal asal-asalan. Seorang pahlawan lajang di dunia yang kontemporer ini tentu menganut asas shabby-chic: palet untuk mengirim barang, sikat, dan permadani compang-camping? Yang benar saja! Berantakan dan asal lempar? Coba lihat lagi!
(Europallete high-grade wood (European Walnut) low table/seat by Fremdkörper/A.Mehlhose&M.Wellner; Obstnest fruit bowl by DIM/N.Engelbrecht; Figo wool rug by M.V.Baptista) 
Yang mana yang digantung? Dan yang mana gantungannya?
Gantungan baju dari celana jeans oleh Wiyoga Muhardanto
(details)
Pssst, cerita tentang mata-mata yang menelan mikrochip atau barang bukti itu benar atau tidak? Hmmm… menurutmu? Apalagi setelah melihat benda-benda seperti ini di rumahnya…
Cup with Tennis String by Faisal Habibi

Toilet Seat with Tennis String by Faisal Habibi
—-
Ada lebih dari enam puluh benda-benda ajaib oleh empat-puluh-tujuh desainer dan rumah desain yang dipamerkan pada pameran “Rada Beda” (Anders als Immer). yang berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2011 ini.
Keseluruhan benda yang dipamerkan nampaknya mencoba menjawab tantangan untuk menampilkan benda yang “rada beda”, yang disimpulkan oleh Volker Albus sang kurator dengan kalimat: “Design differently from the way you’ve always designed”. Merancanglah sesuatu yang melenceng dari yang selalu ada dan mungkin hasilnya akan menjadi sebuah kejutan yang membuat senang.
Dan, hasil-hasil pemikiran para desainer kontemporer Jerman ini juga mengingatkan kita pada kata-kata bijak desainer sohor, Dieter Rams, “As little design as possible”, walau serumit apa pun idenya, hasil desainnya harus sederhana dan mudah dipahami.
Informasi mengenai pameran ini, objek dan perancangnya dapat dilihat di website Institut für Auslandsbeziehungen e.V. (ifa) ini: halaman muka, daftar karya, biografi perancang.
—-
Institut für Auslandsbeziehungen e.V. (ifa)
Charlottenplatz 17,
70173 Stuttgart, Germany
Tel: +49-711-2225-0
Goethe Institut, Jakarta
Pusat Kebudayaan Jerman Jakarta
Jl. Sam Ratulangi 9-15
Jakarta 10350
Tel: 021-23550208
Galeri Nasional Indonesia
Jl. Medan Merdeka Timur no. 4
Jakarta 10110
Tel: 021-34833955
