Ngukur Jalan edisi Hari Terakhir Sekolah: Sawah Besar, BSD, hingga Pasar Minggu di Hari Sabtu
Hari terakhir sekolah. Kalau langsung pulang, rasanya mah biasa-biasa aja ya, seperti hari-hari sekolah biasanya. Jadi harus dirayakan dengan bagaimana caranya?
Merindukan Kasur di Sawah (Gagal) Besar
Kali ini, harus berangkat lebih awal dari biasanya, dengan pikiran masih tertinggal di bantal. Bahkan matahari pun sepertinya masih malas-malasan di antara kabut asap Jakarta yang tak kunjung hilang walaupun semalam ‘agak’ hujan. Agak. Karena di daerahku, walau namanya ‘sawah besar’, aku nggak yakin kalau dulu di sini ada sawah, karena walau di daerah lain sudah hujan badai dan banjir bandang, di daerahku tetap saja panas. Cocok untuk menjemur kerupuk.
Tapi saya pun tiba di BSD dengan selamat, jam digital di pergelangan tangan menunjukkan 7 lewat 15. Hari ini hari terakhir sekolah, habis ini mau ngapain ya?
Menonton Mal Terbangun dari Tidurnya
Jam 9 aku pun mengucapkan yuk dadah yuk babay ke gerbang sekolah. Sampai bertemu bulan depan! seru kami. Tapi aku tidak langsung berpisah dengan teman-teman, tapi bergerak ke arah Teraskota untuk membahas tentang sebuah acara yang hendak kami jalankan. 
Saat itu, Mal Teraskota masih gelap. Cuma ada segelintir orang saja, kebanyakan pegawai toko yang dengan santai menggelar dagangan. Ada beberapa anak-anak Fakultas Arsitektur sebuah universitas yang hilir mudik keluar masuk gedung mencari spot bagus untuk membuat sketsa. Tugas di saat liburan? Betapa rajinnya kalian.
Mengejar Espresso dengan Angkot
Apa yang akan dilakukan bila mendapat kabar bahwa segelas espresso sudah menanti? Buru-buru menghampiri dong! Jeng @9olda, yang rumahnya tak jauh dari Teraskota (hanya dua lemparan angkot saja) mengirim pesan bahwa di rumahnya ada pesta espresso! Hore!
Tanya sana tanya sini, akhirnya ada bapak penjaga ojeg yang baik hati yang menunjukkan pada saya mana saja angkot yang saya butuhkan. Tak lama kemudian, datanglah angkot berwarna hijau dan saya pun ‘dititipkan’ pada pengemudi angkot. “Tenang saja! Kamu akan baik-baik saja!”
Di pengkolah ruko, saya pun diarahkan untuk pindah ke angkot lain. “Nah naik yang itu, ya. Kalau naik yang ini nanti sampai ke Pasar Moderen.” kata sang bapak sambil menunjuk ke arah sana. Nah lho. Ada dua angkot! Yang putih dan biru. Belum juga aku sempat bertanya yang mana, bapak angkot hijau sudah tancap gas. Sambil menyebrangi jalan, saya bertanya “Pak, yang ke Pavilion Residence yang mana?” Pengemudi angkot putih dan biru saling bertatap-tatapan bingung.
“Oh! Perumahan Residence! Ya sini, sini!” undang pengemudi angkot biru sambil melambai-lambaikan tangannya dengan tak sabar.
Kata Jeng @9olda yang sudah menanti di depan gerbang perumahannya, memang tidak terlalu banyak orang yang tau Pavilion Residence (atau ‘Perumahan Residence’ seperti kata Pak Angkot). Mungkin lain kali harus menggunakan ancar-ancar Perumahan de Latinos yang lebih besar dan lebih nge-jreng.
Tak Ada Laut, Kolam pun Jadi
Walau BSD itu berada di kota Tangerang yang ada di Provinsi Banten, yang sebelah laut, tapi ke laut jauh juga lho. Kebetulan pula ada program beli 1 gratis 1 (terima kasih, jeng!) dan kami pun bergerak ke sana. 
Adakah spongebob di sini? AKu rasa tidak sih. tapi ada gurita raksasa. 
Biasa kan pinguin pake tuksedo hitam putih, ini pake tuksedo garis-garis :) 
Ayo buru-buru nyebur, udah mendung nanti hujan! 
Kolam Ombak (Wave Pool, samtinglaikdet). Salah satu paporit pengunjung di sini. Kalau tidak salah, mesin ombaknya dinyalakan sejam sekali untuk sekitar 15 menit.
Tanpa melihat pun biasanya bisa tau kok kapan mesin ombaknya dinyalakan. Karena pasti banayk teriakan anak-anak. Ada teriakan kegirangan. Ada pula teriakan ketakutan. Ada pula anak yang lari tunggang langgang keluar dari kolam saking ketakutan. (Walau langsung nyebur lagi setelah tau bahwa asiknya lebih banyak ketimbang seremnya). Tanpa melihat pun bisa tau juga kapan mesin ombaknya dimatikan, karena banyak suara-suara tidak senang dan kurang puas. Tapi kalau ombaknya terus menerus, mungkin bosan juga.
Seperti kata peselancar, salah satu yang menarik tentang laut itu ya menunggu ombak bagusnya. *Cie ileee ke laut aje loe sono he he he*
Nyebur. Tidak. Nyebur. Tidak.
Berembug, Beribadah, dan Kembali ‘Full Circle’
Pukul 14.30 datanglah sms dari kawan OMK St. Monika yang menanyakan aku sedang ada di mana. Wah, keasyikan duduk-pewe sampai lupa jam. Padahal sudah harus bergerak untuk bertemu membahas kegiatan jambore OMK. Huhuhu, saya nggak mau pergiiiii. Tapi… yuk tugas sudah menunggu.
Berbekal pengalaman ngangkot tadi , saya jadi tau untuk ke St. Monika (yang dekat sekolah, yang dekat Pasar Moderen), saya harus naik angkot hijau jurusan BSD. Tak berapa lama sampai di depan sekolah. Menyusuri jalan setapak sambil terngiler-ngiler melihat gerobak somay, akhirnya aku bertemu juga dengan Vega.
Mungkin karena anginnya semilir, mungkin karena hari yang mulai gelap, tapi selama berembug dengan kawan-kawan sie. acara, bawaannya pengen selonjoran dan tiduran. Dan waktu pun rasanya cepat sekali berlalu. Tak terasa, sudah waktunya misa. Vega harus segera menjaga meja pendaftaran jambore, dan aku memutuskan untuk misa di Gereja Santa Monika. 
Patung St. Monika di sisi kiri gereja. 
Ngintip
Stoups, yang diletakkan di pintu-pintu masuk.
Gereja St. Monika ini sangat dekat sekali dengan sekolah, bahkan ada jalan tembus ke lapangan parkir sekolah yang bila sore dipakai untuk parkiran gereja. Mungkin bisa dibilang kembali full circle, selepas misa, dan tepat 12 jam sejak aku tiba di sekolah tadi pagi, aku tiba lagi di sekolah. Kali ini, sudah tidak ada siswa-siswa berhamburan keluar dari gerbang, tidak ada siswa-siswi yang ngeriung entah membahas apa di bawah pohon. Semuanya sunyi dan remang-remang. 
Gedung SD. Agak serong ke belakang gedung ini adalah Gedung Gereja St. Monika. 
Gerbang SMP, masuk ke gedung yang dipakai bersama oleh SMP dan SMA. Gerbang SMA masih ke sonoan lagi.
SENI VEKTOR ITU CERAH SEKALI WARNANYA!
Teman saya, @kemiri, mengundang kami semua untuk datang ke pembukaan pameran seni Vektor di Salihara, Pasar Minggu. Tadinya saking ngantuk dan lelahnya setelah dijemur seharian dan berkolar-kilir bak setrikaan, saya hampir saja mengurungkan niat. Tapi… untunglah saya pergi! 
Itu yang sedang mengeluarkan jurus bayangan adalah @oinkdenguik, seorang animator yang gambarnya lucu-lucu. Hehehe.. Lihat! Untung aku datang. :) Selain bertemu dengan teman, warna warni gambar seni yang dipajang di sana cukup (bahkan lebih dari cukup) untuk membuat mata segar kembali. Koneng gonjreng, hijau seger, merah marah, semuanya menantang mata untuk tetap terbuka. Nggak cuma matanya doang melek, otak juga tiba-tiba seperti disetrum. Bzzzzt! Terang kembali. Bener-bener deh. Mungkin ini yang namanya save the best for last :) 
Erwin dan Ian di depan karya Loveshugah. 
“Hmmmmm….”
Lihat! Dia ceria sekali! Yellow Dino yang hebat! Walau cuma berdiri di sana, sudah bisa bikin saya senang. :) 
Turquoise!!!!!! 
Turquoise lagi! Aku cinta turquoise!
Teraskota
Jl. Pahlawan Seribu CBD Lot VIIB,
Lengkong Gudang Serpong, BSD City
Tel: 021-29915759
Pavilion Residence
BSD City, Sektor 12.1 Barat
Serpong, Tangerang
Ocean Park Water Adventure
Jl. Pahlawan Seribu CBD Area
BSD City, Tangerang 15322
Tel: 021-5370009
Gereja Katolik St. Monika
Jl. Alamanda Blok V No. 1
Sektor 1.2, BSD City
Serpong, Tangerang 15310
Tel: 021-5377427
Sekolah St. Ursula (BSD)
Jl. Letnan Sutopo Kav. SU no. 1
Sektor 1.2, BSD City, Tangerang
Tel: 021-5372642
Galeri Salihara
Jl. Salihara 16,
Pasar Minggu, Jaksel
Tel: 021-7891202
