Henzter-o-Rama

RSS

Jalan-Jalan ke Obyek Wisata & Tempat Konservasi Ex-Situ @TSI_Bogor

Berbekal informasi dari jeng @9olda, saya dan beberapa teman kantor berangkat ke Taman Safari Indonesia cabang Cisarua, Bogor. Setelah beberapa ratus tahun tidak ke sana, aku agak penasaran juga sih, udah jadi kayak apa Taman Safari itu sekarang. 

Ingatanku yang sudah butek-burem ini hanya teringat berputar-putar keliling lahan luas terbuka dengan satwa yang cuek mondar-mandir, lalu naik gajah, lalu pulang. Menurut jeng @9olda, TSI sekarang sudah lebih banyak atraksi dan hiburan yang cocok untuk siapa saja. Setelah dikompor dan dibakar-bakar, rasanya nggak sabar juga untuk sampai ke sana. Untungnya jalanan nggak begitu macet, dan setibanya di pintu keluar tol, pas banget sama jam one-way ke arah Puncak. 

Walau sudah dibantu one-way pun, pergerakan kendaraan bukannya langsung jreng-mulus. Nggak kebayang kalau perginya pas liburan sekolah, atau hari kejepit nasional atau hari besar lainnya. Salah seorang teman kantor, seorang engineer yang dikirim kantornya di Perancis untuk melatih kami dalam penggunaan mesin-mesin spesifik,  antusias banget membeli wortel dari penjaja sepanjang jalan menuju ke TSI. Bahkan sempat-sempatnya bercanda-canda dengan anak salah satu ibu penjaja wortel yang mengira dia ayahnya Harry Potter (agak mirip Harry Potter memang, dengan mata belo, rambut coklat tua belah tengah, dan kaca mata berpinggir tebal).

Sampai di loket, lalu bayar (baik orang maupun kendaraan ada tarifnya masing-masing). Ada juga tarif untuk motor. Apakah motor diperbolehkan ngider-ngider area safari satwa? Nanti kalau ditabok harimau, gimana? Tapi selama kami ngider di area safari memang nggak kelihatan motor, sih. Mungkin mereka harus naik bus/shuttle khusus yang disediakan TSI. 

Sang Engineer dari Perancis sangat suka jerapah. Menurutnya jerapah sangat cantik. Aku rasa dia benar. Motif kulitnya bagus banget :) Dan yang bikin aku suka kedua jerapah ini sebenarnya adalah tindak tanduknya yang serba santai, serba lemah gemulai. Entah berapa lama kami ngetem di depannya, cuma nonton jerapah makan. Teman-temanku juga merasa ‘kehilangan’ ketika warden taman safari menyuruh kami pergi menemui hewan yang lain.


selama kami di Taman Safari, cuma melihat dua jerapah ini.
Ke mana jerapah-jerapah yang lain?
Mungkinkah jerapah yang lain sedang pergi belanja ke toko?


“Ape loe liat-liat?”


Di sana pun ada beruang yang sedang bengong.  Sepertinya ia sedang mengamati sesuatu di kejauhan entah apa. Sebenernya di bagian beruang, singa, macan, dan hewan-hewan ‘buas’, para pengendara mobil tidak boleh membuka kaca. Ya untuk jaga-jaga, jangan sampai ditempeleng beruang atau dicium singa. Tapi aku rasa karena beruangnya sedang bengong, ini waktu yang bagus untuk foto. 


Pak, Pak… Ngeliatin apa sih Pak? (eh Bapak apa Ibu negh?)


“Hai manusia, beruntunglah kamu saya sedang malas ngapa-ngapain. Syuh syuh.”

Dan kami pun berlalu.

Setelah itu, ada macan tutul (sedang tidur), singa (sedang berjemur), macan loreng (sedang malas-malasan), berbagai jenis kambing dan keluarga kambing/kuda, kuda nil (yang bukan kuda), babirusa (yang nggak mirip rusa), monyet (yang tidak mirip saya), dan… apa lagi ya? Ada banyak hewan yang ngumpet atau tidur, karena cuacanya memang mendukung banget untuk tidur *jadi ngantuk* semilir-semilir mendung gitu. 

“Di mana saya bisa foto dengan orang utan?” tanya sang Engineer. 

Sayangnya, ketika sampai di tempat berfoto dengan bayi orang utan, artisnya lagi istirahat siang. Ya, setelah setengah hari jadi seleb, tentunya perlu beauty sleep ya.  Kasihan, ngantuk sekali sepertinya, sampai tidur mengangguk-angguk. 


Sang Bayi Orang Utan yang berumur 3 tahun, sedang bobo ngemut jari,
dan Mbak Erma yang merawatnya dengan kasih sayang


Lucu ya, cara ngemut jari telunjuknya mirip banget dengan seorang anak yang kukenal juga. *hihihi, ga nyebut nama ah*

Karena tidak bisa foto orang utan yang kecil, akhirnya foto dengan orang utan yang besar saja. Entah ini sedang ngapain, mungkin menari, mungkin juga tidak.


“hup”


 
“hup hup”


 
“hup hu… ya, saya?”



“ini namanya can-can dance, ya sodara-sodara.”



“ga tau, gue juga ga kenal. plis deh.”


Sayangnya pas pukul 12.00 tiba-tiba, byur hujan deras tak henti-hentinya. Sebenarnya, di TSI ada berbagai macam pertunjukan yang tak dipungut biaya. Keseluruhannya ada 8 pertunjukan, seperti bagan di bawah ini. Tapi sayangnya karena hujan, banyak pertunjukan di panggung terbuka yang harus batal. Tapi walau begitu, kami tetap bisa nonton 4 dari ke-8 pertunjukan yang ada. 

 
dok. Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor


Pertunjukan yang paling disukai oleh teman-teman saya adalah “Cowboy Show”. Dan sepertinya, mereka nggak sendiri. Banyak pengunjung yang tiba-tiba seru sendiri dan menggebu-gebu ketika pertunjukannya selesai. Para penampil juga diserbu pengunjung untuk foto bersama. Pertunjukan ini mirip komedi slapstick, acara tembak-tembakan ala pelem koboi, dan pyroteknik yang lumayan serem juga (panasnya berasa sampe ke bangku paling belakang!).



Aku paling suka set panggungnya. Dan tempatnya pun asri banget, tambah kabut-kabut jadi agak gimana gitu. Mungkin semakin sore akan semakin menarik. Apa malah makin angker? hiiiy.


Lalu ada pertunjukan sirkus, yang merupakan bagian dari Oriental Circus, tapi nggak ada yang bilang Oriental Circus itu manggung di mana. Letaknya di Balairiung Safari. Sama kayak yang koboi, aku sih suka dengan bentuk gedungnya dan dekornya. Lampu gantung warna-warni dan tempat yang adem bikin betah. Mungkin lain kali bisa selonjoran di sini, ya?


Wah ini adek lagi dikerjain sama Kakak Badut ini piye? 



“Silakan, ini bando untukmu. Bonus kutu loncat raksasa deh.”



Dadah, waktunya pindah ke pertunjukan lain.
Aku suka dekor ruangannya. Agak ‘oldies’ gimana gitu.


Dan berkunjung ke Taman Safari itu rasanya kurang kalau belum lihat tingkah polah gajah. 


Pertama, aku kira gajah ini bakal nendang mbaknya, toh.
Ternyata Mbaknya sedang menunjukkan kaki belakang gajah.
Btw, itu bentol-bentol di gajah apakah? Semoga bukan bekas gigitan nyamuk.
Kalau bentolnya segitu, nyamuknya semana?


Yuk dadaaaaah!


Taman Safari Indonesia
Jl. Raya Taman Safari
Cisarua - Bogor
Tel: 0251-8250000