Jalan-Jalan ke @WBDIndonesia di Museum Bank Mandiri, Jakarta

The Imaginative World, tema World Book Day Indonesia 2011.
Tahun ini adalah kali ke-enam World Book Day diselenggarakan di Indonesia. Dari tahun 2006 sampai tahun ini, berarti sudah enam kali juga Forum Indonesia Membaca menghelat acara ini di Museum Bank Mandiri. Tapiii, tahun ini baru pertama kalinya aku mampir-mampir ke acara World Book Day. Payah ya? Padahal Museum Bank Mandiri itu cuma 5 setopan baswei jauhnya dari tempatku! 
Pojok Menggambar-Mewarnai, yang sempet panjang antreannya
(kalo nggak salah pojok ini dikelola oleh kakak-kakak Himaka,
alias Himpunan Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan)
Dan, syukurlah aku sempat datang ke World Book Day kali ini, karena dengar-dengar ini adalah WBD terakhir. Terakhir-terakhir atau bagaimana? Sependek pengetahuan aku, yang pasti WBD ini adalah yang terakhir yang akan digelar oleh Forum Indonesia Membaca. Tentu saja, bukan berarti terus WBD bakal nggak ada lagi di Jakarta, atau bahkan di Indonesia. Dari yang kudengar, ini adalah bagian dari usaha desentralisasi acara WBD ini sendiri. Dan memang sih, sejak tahun lalu sudah banyak perayaan WBD yang tidak hanya di Museum Bank Mandiri saja, dan tidak hanya di Jakarta saja, melainkan di berbagai kota di Indonesia.

Denah Stand Komunitas
Ada lebih dari 50 komunitas yang meramaikan acara. Tentunya banyak stand Rumah Baca & Taman Bacaan Masyarakat, dan komunitas pencinta buku (baik yang offline, seperti salah satu klub membaca ibu-ibu yang saya lupa namanya apa maupun online, seperti Goodreads). Selain itu tentunya ada pula komunitas pemberdayaan warga, para pendamping anak-anak jalanan, dan komunitas pendidikan informal/nonformal. Yang paling menarik buat aku adalah komunitas hobi. Mulai dari yang hobi nulis, yang hobi melototin bintang, sampai dengan komunitas role-playing. Antusiasmenya itu lho :) Memang ya, kalau melakukan sesuatu yang kita sukai itu pasti ujung-ujungnya bakal heboh kayak mereka. Pengetahuan mereka tentang hal yang diminati keren banget, antusiasmenya nular banget. Mungkin karena saking ceria dan menggebu-gebunya mereka, standnya nggak pernah berhenti disambangi pengunjung. Pasti pengunjung juga banyak yang takjub dan penasaran: “Ini apa sih kok kayaknya anaknya seru-seru banget/gokil banget/g-j banget.” Hahaha.. Asik euy. 
Main ular tangga antariksa. Sebenarnya ada sih versi raksasa 2x2meter,
tapi berhubung tempatnya sempit, yang besar itu tidak digelar :) 
Ini judulnya “Batik untuk Persahabatan”,
dengan pembimbing dari Kelompok Kerja Sosial (KKS) ‘Melati’.
Di sini pengunjung WBD bisa belajar mengenal batik.
Makanya torehan pada batiknya nggak seragam. Ada yang bleber, ada yang sudah ahli, ada juga yang saking nggak berhenti-hentinya tertawa sampai garisnya goyang-goyang. Ada juga serorang anak laki-laki yang na’as selalu ketetesan malam sampai akhirnya merajuk sama bundanya. 
Ari, dari Sanggar Arsani sedang mengajarkan cara membuat anyaman
dari bekas kemasan dan bekas label botol minuman.
Seharian itu anyamannya jadi cukup panjang lho,
sampai cukup untuk dijadikan satu dompet kecil. 
Yes, yes. We come in peace, or something.
Tentu aja, kalo ke Museum Bank Mandiri cuma lihat stand tapi nggak ngelihat isinya, kayaknya nggak afdol ya :) Ini tempat walau siang tengah hari bolong, matahari menyengat kayak gimana juga, tetep nggak kekurangan tempat-tempat yang gwelap bin nyeremin. Kalau mau wisata horor tapi siang-siang kayaknya bisa mampir ke sini deh. Kalo nggak mau lihat yang horor-horor, bisa mengagumi deret demi deret benda-benda kuno. Kayak yang ini:
Atau kalau nggak gitu tertarik dengan benda-benda jadul dan lebih tertarik dengan lari-lari, lompat-lompat, panjat-panjat, dan guling-gulingan di rumput, bisa main di pojok bermain di Taman Dalam. 
Atau sekadar duduk-duduk ngariung sambil nonton langit tambah gelap dan malam semakin sunyi, seperti contohnya para relawan dan panitia setelah bubar acara WBD, tanggal 15 Mei kemarin.
Jadi, tahun depan WBD di Jakarta akan diadakan oleh siapa sajahkah dan di mana, nih? *gag sabar*
WBD @ Museum Bank Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun no. 1, Jakarta Kota
Tel: 021-6902000
