lugu, dari waktu ke waktu
berawal dari sebuah tret di milis. jadi terpikir tentang kata “lugu” yang mungkin karena sebagai kata dia terlalu sederhana, makanya sering dijadikan pelesetan macam-macam. dan seperti menjadi tanda-tanda zaman, pengertian kata ‘lugu’ pun berubah-ubah.
jaman aku SD: lugu: lu-lu gue-gue
jaman aku SMP:
“kamu lugu!”
“wah *tersipu*”
“iya! lutung gunung!”
jaman aku SMA:
“kamu lugu!”
“sialan lu!”
“lah emang lu kira lugu singkatannya apa?”
“lutung gunung”
“yeee…. lugu itu artinya kamu luuuuuuucuuu…”
“*tersipu*”
“iya lucu. tapi guoblok”
jaman aku kuliah (bersama dengan anak2 indonesia yang sudah lama di rantau):
“hey lihat orang bule itu lugu ya.”
“eh? masa sih?”
“lumayan gunungnya.”
“sama orang bule ngapain pake kode? bilang aja toketnya gede.”
<tiba2 dari belakang, ada bahasa indonesia dengan logat bule> “setuju, dadanya ranum.”
<terperangah. nengok, melihat ada orang bule melengos pergi sambil siul2>
“itu maksud gue. di sini bule jago bahasa indonesia”
*baru menyadari mengapa si sayah ga boleh nganggep remeh bule-bule SOAS*
ironisnya, barulah sekarang saya menemukan penggunaan kata lugu yang benar… dari mulut anak2 alay itu.
“kakak lugu banget sih?”
“apa tuh?”
“ya et dah… lugu… itu loh. kayak orang gampang ditipu gitu.”
