Henzter-o-Rama

RSS

Jalan-Jalan ke Pameran ifa & @GI_Indonesien “Rada Beda” di Galeri Nasional

Bagaikan masuk ke rumah seorang mata-mata funky dan modis, di mana semua perabot rumahnya tak hanya dibuat dengan elemen desain yang indah, kualitas pengerjaan nomor wahid, tapi juga nilai fungsi yang sangat tinggi. Bahkan saking fungsionalnya, sampai-sampai benda-benda yang kita lihat itu punya fungsi yang sama sekali tidak kita bayangkan sebelumnya. More than meets the eye, kalo kata Transformers. Mungkin ini James Bond silang Transformers silang desain Jerman yang tampak sederhana tapi tetap bikin kagum. 



 
Contohnya, rak buku yang ada di kulit muka katalog ini. Zinfandel adalah sebuah rak buku yang rangkanya terbuat dari busa polyurethane dan raknya/kotaknya terbuat dari MDF (Medium-Density Fibreboard). Kalau semua rak buku di rumah Jason Bourne seperti ini, pasti dia tidak akan terlalu terluka atau benjol walau berkali-kali dijedotin oleh musuhnya. Rak-rak itu pun dapat dilepas dengan mudah untuk disambitkan ke arah si penjahat tadi. Dan bila semuanya sudah selesai, merakitnya kembali pun lebih mudah karena tidak ada serpihan kayu yang harus dipantek ulang atau patah tak terselamatkan.


(Zinfandel bookshelf by T. Pawlofsky; Kant table by  P. Frey & M. Boge)
Lihat! Rumah pun kembali rapih dalam waktu yang singkat. 

Read More

Jalan-Jalan ke Pameran Edopop “Menjadi/Isness” di Galeri Nasional

Dari tanggal 1 Juni sampai hari ini, ada warna-warna indah, kaki-kaki cantik, perempuan-perempuan dan asesorisnya yang unik-unik di dinding Galeri Nasional. Semuanya berupa lukisan yang dibuat oleh seorang pelukis bernama Eduard (Edopop). 

Hal yang paling pertama bikin aku suka banget dengan lukisannya adalah hal-hal kecil dan lucu-lucu yang dia kalungkan di pergelangan kaki perempuan-perempuan lukisannya. Bahkan sebelum melihat lukisan ukuran sebenarnya, pernak-pernik inilah yang pertama kali mencrang langsung ke mata.


(detail asesoris)

Setelah itu, warna-warna dan motif yang dipilihnya, yang semua dibuat dari susunan goresan mulai tampak. 


(detail motif)

Lukisan-lukisannya besar-besar, mungkin harus di lihat pada jarak tertentu supaya mata bisa menangkap semua gambarnya. Tapi, aku melihatnya dekat-dekat, jinjit-jinjit supaya bisa melihat asesoris dan detail warna dan berdecak kagum berlama-lama. Tak terasa, walau lebih dari satu setengah jam berputar-putar dan mengagumi lukisan-lukisannya, hampir tak satu pun yang aku lihat secara keseluruhannya, saking sudah terpukau dengan motif dan pernak-pernik itu. 

Mungkin karena aku cewek :) Jadi suka dengan pernak-pernik dan perhiasan. Hehehe. Apakah suatu hari Edopop akan bikin asesoris dan hiasan seperti itu yang bisa dipakai? Aku sih pengen banget!


dari 21 lukisan yang dipamerkan, ini yang paling aku suka.
ngambil fotonya yang sendirian begini juga sangat susah sekali banget karena banyak pengunjung pameran yang suka banget juga dengan lukisan yang ini. kayaknya ini adalah salah satu yang emang paling disukai. :) 

Read More

Jun 1

Ngukur Jalan edisi Hari Terakhir Sekolah: Sawah Besar, BSD, hingga Pasar Minggu di Hari Sabtu

Hari terakhir sekolah. Kalau langsung pulang, rasanya mah biasa-biasa aja ya, seperti hari-hari sekolah biasanya. Jadi harus dirayakan dengan bagaimana caranya?

Read More

Jalan-Jalan ke Obyek Wisata & Tempat Konservasi Ex-Situ @TSI_Bogor

Berbekal informasi dari jeng @9olda, saya dan beberapa teman kantor berangkat ke Taman Safari Indonesia cabang Cisarua, Bogor. Setelah beberapa ratus tahun tidak ke sana, aku agak penasaran juga sih, udah jadi kayak apa Taman Safari itu sekarang. 

Ingatanku yang sudah butek-burem ini hanya teringat berputar-putar keliling lahan luas terbuka dengan satwa yang cuek mondar-mandir, lalu naik gajah, lalu pulang. Menurut jeng @9olda, TSI sekarang sudah lebih banyak atraksi dan hiburan yang cocok untuk siapa saja. Setelah dikompor dan dibakar-bakar, rasanya nggak sabar juga untuk sampai ke sana. Untungnya jalanan nggak begitu macet, dan setibanya di pintu keluar tol, pas banget sama jam one-way ke arah Puncak. 

Walau sudah dibantu one-way pun, pergerakan kendaraan bukannya langsung jreng-mulus. Nggak kebayang kalau perginya pas liburan sekolah, atau hari kejepit nasional atau hari besar lainnya. Salah seorang teman kantor, seorang engineer yang dikirim kantornya di Perancis untuk melatih kami dalam penggunaan mesin-mesin spesifik,  antusias banget membeli wortel dari penjaja sepanjang jalan menuju ke TSI. Bahkan sempat-sempatnya bercanda-canda dengan anak salah satu ibu penjaja wortel yang mengira dia ayahnya Harry Potter (agak mirip Harry Potter memang, dengan mata belo, rambut coklat tua belah tengah, dan kaca mata berpinggir tebal).

Sampai di loket, lalu bayar (baik orang maupun kendaraan ada tarifnya masing-masing). Ada juga tarif untuk motor. Apakah motor diperbolehkan ngider-ngider area safari satwa? Nanti kalau ditabok harimau, gimana? Tapi selama kami ngider di area safari memang nggak kelihatan motor, sih. Mungkin mereka harus naik bus/shuttle khusus yang disediakan TSI. 

Sang Engineer dari Perancis sangat suka jerapah. Menurutnya jerapah sangat cantik. Aku rasa dia benar. Motif kulitnya bagus banget :) Dan yang bikin aku suka kedua jerapah ini sebenarnya adalah tindak tanduknya yang serba santai, serba lemah gemulai. Entah berapa lama kami ngetem di depannya, cuma nonton jerapah makan. Teman-temanku juga merasa ‘kehilangan’ ketika warden taman safari menyuruh kami pergi menemui hewan yang lain.


selama kami di Taman Safari, cuma melihat dua jerapah ini.
Ke mana jerapah-jerapah yang lain?
Mungkinkah jerapah yang lain sedang pergi belanja ke toko?


"Ape loe liat-liat?"


Di sana pun ada beruang yang sedang bengong.  Sepertinya ia sedang mengamati sesuatu di kejauhan entah apa. Sebenernya di bagian beruang, singa, macan, dan hewan-hewan ‘buas’, para pengendara mobil tidak boleh membuka kaca. Ya untuk jaga-jaga, jangan sampai ditempeleng beruang atau dicium singa. Tapi aku rasa karena beruangnya sedang bengong, ini waktu yang bagus untuk foto. 


Pak, Pak… Ngeliatin apa sih Pak? (eh Bapak apa Ibu negh?)


"Hai manusia, beruntunglah kamu saya sedang malas ngapa-ngapain. Syuh syuh."

Dan kami pun berlalu.

Setelah itu, ada macan tutul (sedang tidur), singa (sedang berjemur), macan loreng (sedang malas-malasan), berbagai jenis kambing dan keluarga kambing/kuda, kuda nil (yang bukan kuda), babirusa (yang nggak mirip rusa), monyet (yang tidak mirip saya), dan… apa lagi ya? Ada banyak hewan yang ngumpet atau tidur, karena cuacanya memang mendukung banget untuk tidur *jadi ngantuk* semilir-semilir mendung gitu. 

"Di mana saya bisa foto dengan orang utan?" tanya sang Engineer. 

Sayangnya, ketika sampai di tempat berfoto dengan bayi orang utan, artisnya lagi istirahat siang. Ya, setelah setengah hari jadi seleb, tentunya perlu beauty sleep ya.  Kasihan, ngantuk sekali sepertinya, sampai tidur mengangguk-angguk. 


Sang Bayi Orang Utan yang berumur 3 tahun, sedang bobo ngemut jari,
dan Mbak Erma yang merawatnya dengan kasih sayang


Lucu ya, cara ngemut jari telunjuknya mirip banget dengan seorang anak yang kukenal juga. *hihihi, ga nyebut nama ah*

Karena tidak bisa foto orang utan yang kecil, akhirnya foto dengan orang utan yang besar saja. Entah ini sedang ngapain, mungkin menari, mungkin juga tidak.


"hup"


 
"hup hup"


 
"hup hu… ya, saya?"



"ini namanya can-can dance, ya sodara-sodara."



"ga tau, gue juga ga kenal. plis deh."


Sayangnya pas pukul 12.00 tiba-tiba, byur hujan deras tak henti-hentinya. Sebenarnya, di TSI ada berbagai macam pertunjukan yang tak dipungut biaya. Keseluruhannya ada 8 pertunjukan, seperti bagan di bawah ini. Tapi sayangnya karena hujan, banyak pertunjukan di panggung terbuka yang harus batal. Tapi walau begitu, kami tetap bisa nonton 4 dari ke-8 pertunjukan yang ada. 

 
dok. Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor


Pertunjukan yang paling disukai oleh teman-teman saya adalah “Cowboy Show”. Dan sepertinya, mereka nggak sendiri. Banyak pengunjung yang tiba-tiba seru sendiri dan menggebu-gebu ketika pertunjukannya selesai. Para penampil juga diserbu pengunjung untuk foto bersama. Pertunjukan ini mirip komedi slapstick, acara tembak-tembakan ala pelem koboi, dan pyroteknik yang lumayan serem juga (panasnya berasa sampe ke bangku paling belakang!).



Aku paling suka set panggungnya. Dan tempatnya pun asri banget, tambah kabut-kabut jadi agak gimana gitu. Mungkin semakin sore akan semakin menarik. Apa malah makin angker? hiiiy.


Lalu ada pertunjukan sirkus, yang merupakan bagian dari Oriental Circus, tapi nggak ada yang bilang Oriental Circus itu manggung di mana. Letaknya di Balairiung Safari. Sama kayak yang koboi, aku sih suka dengan bentuk gedungnya dan dekornya. Lampu gantung warna-warni dan tempat yang adem bikin betah. Mungkin lain kali bisa selonjoran di sini, ya?


Wah ini adek lagi dikerjain sama Kakak Badut ini piye? 



"Silakan, ini bando untukmu. Bonus kutu loncat raksasa deh.”



Dadah, waktunya pindah ke pertunjukan lain.
Aku suka dekor ruangannya. Agak ‘oldies’ gimana gitu.


Dan berkunjung ke Taman Safari itu rasanya kurang kalau belum lihat tingkah polah gajah. 


Pertama, aku kira gajah ini bakal nendang mbaknya, toh.
Ternyata Mbaknya sedang menunjukkan kaki belakang gajah.
Btw, itu bentol-bentol di gajah apakah? Semoga bukan bekas gigitan nyamuk.
Kalau bentolnya segitu, nyamuknya semana?


Yuk dadaaaaah!


Taman Safari Indonesia
Jl. Raya Taman Safari
Cisarua - Bogor
Tel: 0251-8250000 

Jalan-Jalan ke @WBDIndonesia di Museum Bank Mandiri, Jakarta


The Imaginative World, tema World Book Day Indonesia 2011. 

Tahun ini adalah kali ke-enam World Book Day diselenggarakan di Indonesia. Dari tahun 2006 sampai tahun ini, berarti sudah enam kali juga Forum Indonesia Membaca menghelat acara ini di Museum Bank Mandiri. Tapiii, tahun ini baru pertama kalinya aku mampir-mampir ke acara World Book Day. Payah ya? Padahal Museum Bank Mandiri itu cuma 5 setopan baswei jauhnya dari tempatku! 


Pojok Menggambar-Mewarnai, yang sempet panjang antreannya
(kalo nggak salah pojok ini dikelola oleh kakak-kakak Himaka, 
alias Himpunan Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan)


Dan, syukurlah aku sempat datang ke World Book Day kali ini, karena dengar-dengar ini adalah WBD terakhir. Terakhir-terakhir atau bagaimana? Sependek pengetahuan aku, yang pasti WBD ini adalah yang terakhir yang akan digelar oleh Forum Indonesia Membaca. Tentu saja, bukan berarti terus WBD bakal nggak ada lagi di Jakarta, atau bahkan di Indonesia. Dari yang kudengar, ini adalah bagian dari usaha desentralisasi acara WBD ini sendiri. Dan memang sih, sejak tahun lalu sudah banyak perayaan WBD yang tidak hanya di Museum Bank Mandiri saja, dan tidak hanya di Jakarta saja, melainkan di berbagai kota di Indonesia. 


Denah Stand Komunitas


Read More

Makan Popcorn di @ptthead, Pacific Place

Beda dengan kebanyakan drinking hole yang lain, suguhan camilannya bukan jenis kacang-kacangan. Bukan kacang tanah, kacang polong, kacang panjang, atau edamame. Tapi popcorn. Tinggal diputerin filem, kita nonton deh. 

Tapi kayaknya sih nggak ada tontonan blockbuster kayak di bioskop gitu. Yang ada adalah nonton srimulat a la bartender dan cocktail-makers (apa sih nama kerennya?) di sana. Walaupun pesanan berbagai macam minuman tak henti-hentinya mengalir (kayak Bengawan Solo), mereka tetep aja ceria gitu. Ya namanya kerja bareng-bareng, kayaknya kompak dan nggak kalah sama Sule deh. 


 
Ini Mas Gandung. Yang bayangan putih di sebelahnya itu Mas Yance :)
Yang seberang satu lagi, yang mirip bayangannya Anang aku lupa namanya siapa. 

Read More

May 6

#barutau: cap ‘toko’ pada buku yang baru dibeli…

Ternyata buku-buku itu dibibubuhi cap tanggal oleh tukang tokonya…

Tahun lalu, sebagai ‘pelipur lara’ setelah sekian hari berkutat di pabrik dan pusat-pusat perdagangan teknik yang super-tidak-ada-habis-habisnya, saya diajak mengunjungi sebuah toko buku di dekat pusat kota Seoul.

Sayangnya, itu satu toko kok nggak ada buku dengan bahasa lain selain bahasa korea gitu. Jadinya ya akhirnya hanya berputar-putar dan melihat-lihat buku yang banyak gambarnya. Akhirnya, teman sekaligus pemandu saya siap membayar. Buku-buku menjulang seperti menara kecil di tangannya. Saya ikut ke kasir sambil melihat-lihat koleksi pembatas buku yang dijual di toko itu (ternyata lebih mahal daripada yang dijual di toko di depan stasiun kereta).

"Yuk," kata temanku itu sambil menyodorkan sebuah kantong kertas. Ternyata saya diberi banyak buku: buku percakapan sehari-hari, sebuah buku cerita anak-anak dalam bahasa Korea, dan dua kamus saku. Wah! Ini namanya disuruh belajar bahasa Korea secara halus!

Hampir satu tahun berlalu, dan sang teman pun giliran datang untuk memberikan pelatihan di kantor sini. “Gimana? Buku-bukunya sudah dibaca?” tanyanya. WAH BELUM YA! Dan semalam saya mengeluarkan buku-buku itu dari kantongnya. Dan saya baru sadar kalau semua buku itu dicap tanggal oleh tokonya! Ternyata membubuhkan stempel tanggal adalah praktek yang dilakukan oleh semua toko buku di sana atas semua buku yang dijualnya. 

"Kenapa?" tanyaku.

"Ya dari sananya sudah begitu, sih ya," jawabnya tanpa banyak menolong.

Beda dengan di Indonesia. Kalau di Gramedia, hanya buku-buku yang sudah dibayar tapi tidak dikantongi plastik tokonya saja yang dicap begitu. Capnya pun hanya seperti stempel biasa dengan logo tokonya, tidak dengan stempel tanggal. Itu pun tidak semua Gramedia seperti itu. Ada juga yang tidak membubuhkan apa-apa, hanya kasirnya berpesan agar strook jangan sampai dibuang sebelum melewati pintu tuit-tuit. Kalau di Kinokuniya, bila menolak kantong plastik, maka label barcode pada buku yang kita beli akan ditempeli selotip merek Kinokuniya.

Bagaimana kalau di negara yang lain lagi, ya?

I iz law-abiding catizen. Iz u? And here be bus!@Halte Transjakarta, Kramat Sentiong. Juni 2007lupa pernah ngambil poto ini :) Kucing yang nungguin bus, dan lama pula busnya sampai. Begitu pintunya dibuka, kucingnya masuk dan langsung dikeluarin lagi sama petugas Transjakartanya.

I iz law-abiding catizen. Iz u? And here be bus!



@Halte Transjakarta, Kramat Sentiong. Juni 2007
lupa pernah ngambil poto ini :) Kucing yang nungguin bus, dan lama pula busnya sampai. Begitu pintunya dibuka, kucingnya masuk dan langsung dikeluarin lagi sama petugas Transjakartanya.

Mesin Waktu: Nonton Balet @ TIM, Februari 2007

Lakon “Swan Lake” Persembahan Russian State Ballet Theatre. Nggak berasa sudah 4 tahun!





Dulu, waktu SD, perusahaan penerbit Elex Media sering banget nerbitin komik balet, mulai dari yang cerita pendek, sampai yang bersambung-sambung nggak selesai-selesai. Mulai dari yang cerita ringan sampai yang sarat tragedi. Gara-gara komik-komik itu, aku pengen bisa nari balet. Tapi kemudian nggak kesampaian karena kayaknya tulangnya nggak cocok atau apa gitu.




Read More

Jalan-jalan ke Pameran “Second Skin” di @dialogue_arts, Kemang

Dan melihat patung-patung Altje Ully yang keren-keren. Manekin tapi bukan manekin. Lucunya, mungkin karena terlalu terbiasa dengan manekin-manekin di jendela toko, atau kawanan manekin yang berpose dingin di dalam mal atau gerai, pertanyaan bodoh langsung meluncur dari mulut: “Ini koleksi pakaiannya aja yang untuk umum, ya?” Kalau saja bumi bisa terbelah, pasti saya akan buru-buru terjun untuk menghilangkan malu.

"Ya tentu saja tidak." Itu Mbak Yanti* yang dengan sabar menjelaskan. "Satu kesatuan dong sama manekinnya juga."

:) Ya ya, nampaknya saya saja yang kurang cermat. Padahal di katalog pamerannya sudah jelas-jelas ditulis: “…tapi pakaian dan tubuh jangan dipisah-pisah.”



Berbeda dengan manekin yang impersonal, yang jualan baju, yang dalam ‘seumur hidup’nya mungkin akan menggunakan sekian ratus pakaian yang mungkin belum tentu sesuai dengan kedoyanannya (itu kalau manekinnya bisa ngomong, tentunya), manekin-manekin Altje Ully punya statement masing-masing. Apa statementnya aku sih juga nggak gitu ngerti, ilmu membaca seniku belom sampe ke sana. Tapi, untungnya Carla Bianpoen, yang ilmunya sudah sampe ke sana dan ke mana-mana menjabarkannya di artikel Jakarta Postnya. Jadi baca di sana aja, ya.

Kalau aku, cuma bisa kagum atas kerapian dan ketelitian dalam pembuatan manekin dan semua pakaian yang ada di sana. Itu semua hand-made! Dan keren-keren. Begitu pula dengan warnanya. Kagum banget :)

Read More